Jumat, 10 Agustus 2012

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Jika kamu tahu apa arti sesungguhnya kebahgiaan itu, mungkin kamu tidak akan menuntut semuanya untuk membahagiakanmu. Tetapi, mengapa masih banyak orang yang menuntut tentang kebahagiaan???
Bahagia itu sederhana 
Bukan tentang materi, bukan tentang keramaian dan juga bukan tentang pemanfaatan waktu yang sia-sia.
akan tetapi kebahagiaan itu adalah hal yang paling sederhana dalam hidup. Bahagia adalah mau menerima dan bersedia untuk berbagi dengan yang lain tanpa memberi sedikit celah untuk kesedihan yang menyusup. semua orang akan bahagia dengan kejujuran. Semua orang bisa merasakan sesuatu yang indah karena kebahagiaan.
Mungkin hanya dengan kesederhanaan tanpa materi. Atau kesepian tanpa keramaian. Atau juga pemanfaatan waktu yang berguna tanpa menyiakan semuanya. Dengan begitu kita akan lebih ikhlas berbahagia karena tak ada pembanding di dalamnya. 
Semuanya akan terasa nyaman dan damai apabila kita berada di dalamnya. Bukan untuk tertawa terbahak. Tetapi, hanya untuk memberikan senyuman tulus, itu akan lebih memberi kebahagiaan yang sempurna.
Jadi tetaplah jujur dengan hatimu. Apapun yang kamu rasakan, sungguh itu semua adalah sebenar-benarnya kebahagiaan yang kamu punya. Tanpa memasukkan sedikit kemunafikkan dengan kebahagiaan yang lebih.
# tersenyumlah untuk membahagiakan hatimu :)

BERJALAN UNTUK TETAP TUMBUH DAN MENGENAL

Jika semua orang bisa berjalan dengan lurus tanpa harus menoleh, mengapa sebagian orang lebih memilih untuk berjalan dengan menoleh.
Mungkin semua orang bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Akan tetapi, tidak untuk sebagian orang itu. mereka memang berharap untuk bisa terus berjalan tanpa menoleh. Tetapi ada sebagian kecil yang menjerit di hatinya dan terus menjerit. Sehingga jeritan itu mempengaruhi pikiran dan semuanya.Sampai mereka berhenti dan menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang ada di belakangnya. Mereka menoleh bukan untuk meminta bantuan ataupun mencari bantuan akan tetapi, mereka menoleh untuk mengetahui apa yang terjadi di belakangnya. 
Mereka berjalan untuk tetap tumbuh, mereka berjalan untuk tetap mengenal satu dengan lainnya. Bukan untuk mencari jika dibutuhkan saja, tetapi tetap dibutuhkan dalam segala keadaan itu. Jika mereka bisa tumbuh dengan keadaan itu, mengapa semua orang tidak bisa untuk mengikutinya. Mungkin mereka tidak mempunyai penjerit di hatinya. Atau mungkin dihatinya tak ada apapun yang bisa mengingatkannya untuk tumbuh dengan mengenal kehidupan sekitarnya.